Langsung ke konten utama

Tentang Saya

Halo, terima kasih sudah berkunjung ke blog ini.

Nama saya [SUBAR], dan saya adalah penulis serta pengelola blog [jelajah98]. Saya tinggal di [Makassar, Sulawesi Selatan], dan memiliki ketertarikan untuk berbagi pengalaman, pemikiran, serta informasi yang bermanfaat melalui tulisan.

Blog ini saya buat sebagai wadah untuk menyalurkan hobi menulis, sekaligus tempat mendokumentasikan perjalanan hidup saya sehari-hari. Di sini, saya menulis berbagai topik yang saya kuasai dan alami sendiri, mulai dari kisah pribadi, pelajaran hidup, pandangan tentang berbagai hal, hingga informasi praktis yang bisa berguna bagi pembaca.

Semua konten yang ada di blog ini dibuat secara asli, ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami, dan disusun untuk memberikan manfaat, hiburan, atau wawasan baru bagi siapa saja yang membacanya. Saya berkomitmen untuk terus memperbarui konten secara teratur agar pembaca selalu mendapatkan tulisan yang baru dan berkualitas.

Jika kamu memiliki pertanyaan, saran, atau ingin berbagi pendapat, jangan ragu untuk menghubungi saya melalui halaman Kontak yang tersedia.

 

Salam,

[SUBAR]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngopi; Sudahkah Kita Mengartikannya

Foto bersama Andi Agus (penulis novel perisai permata dua) dari selayar. Sudahkah ngopi hari ini?, Pertanyaan yang tidak lazim kita dengar dan kita baca lewat pesan singkat di Wa, FB, dan IG serta media sosial yang lain yang dilontarkan oleh remaja maupun kalangan orang tua. Ngopi bukan hanya kegiatan meminum kopi, banyak makna dan hikmah kita temukan.  Mungkin setiap orang mentafsirkan dalam sudut pandang yang berbeda-beda. Mungkin saya dalam mengartikan ngopi berbeda dengan kalian. Jadi perbedaan dalam penafsiran tentang ngopi akan saya sampaikan, dimana saya akan bahas dalam beberapa pendekatan, yaitu: 1. Segi sosial ,  Belakangan ini banyak tempat nongkrong ngopi yang sudah menjadi tren di zaman sekarang yang disebut kedai kopi. Kedai kopi merupakan tempat bagi orang-orang yang suka ngopi.  Tentu bukan hanya itu tetapi sebagai tempat untuk bercengkrama dengan teman-teman yang sekarang dan teman lama, apel bersama pasangan, dan melobi seseorang maupun kolega. Ha...

Kita Perlu Jatuh Untuk Bangkit

Gambar Taman Pelangi Selayar Kau perlu jatuh sekali,untuk tahu siapa yang akan menanyakan keadaanmu Kau perlu jatuh dua kali,untuk tahu siapa yang hendak bertanya seraya mengulurkan tangannya Kau perlu jatuh tiga kali,untuk tahu siapa yang tetap ingin melihatmu bangkit. Dan kau perlu jatuh berkali-kali untuk tahu siapa sajah yang senantiasa memelukmu, seraya membuatmu mengerti bahwa hidup akan selalu baik-baik saja. Bangkitlah setiap kau jatuh atau engkau akan tertinggal. Penghalang terbesar kita adalah ketakutan kita akan kegagalan. Kebanggaan kita bukan karena kita tidak pernah gagal.Tetapi bisa bangkit kembali setelah kita jatuh.

Racun Fatalisme di Balik Kalimat Rezeki Sudah Ada Yang Atur

Kalimat "rezeki sudah ada yang atur" seringkali terdengar di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagai ajaran yang berasal dari keyakinan agama dan budaya, kalimat ini seharusnya membawa kedamaian hati dan kesadaran akan kuasa yang lebih tinggi. Namun, di balik makna yang mulia tersebut, terkadang tersembunyi racun fatalisme yang bisa menghambat pertumbuhan individu dan kemajuan masyarakat. Fatalisme yang berkembang dari pemahaman keliru akan kalimat tersebut membuat sebagian orang beranggapan bahwa segala sesuatunya sudah ditentukan secara mutlak, sehingga tidak perlu berusaha atau berbuat apa-apa. Mereka menganggap bahwa usaha dan kerja keras tidak akan berpengaruh terhadap jumlah atau jenis rezeki yang akan diterima. Akibatnya, mereka malas untuk mencari pekerjaan, tidak mau meningkatkan keterampilan diri, bahkan enggan mengambil langkah konkret untuk mengubah kondisi hidup yang kurang baik. Padahal, dalam ajaran agama yang kita anut, rezeki yang sudah diatur adalah hasil dar...