Langsung ke konten utama

Ini Pemuda Viral, Tak Lolos Seleksi TNI AD Menangis di Pinggir Jalan


Video viral di media sosial memperlihatkan seorang pemuda yang diduga tak lolos seleksi TNI AD menangis di pinggir jalan, Rabu (8/9/2021).

Dalam rekaman itu, pemuda tersebut mengaku tak sanggup pulang ke rumah menemui kedua orang tuanya.

"Ya Allah, saya belum bisa bahagiakan bapak dan ibu," kata pemuda itu dalam video.

Rekaman berdurasi 28 detik ini mula-mula diunggah akun Facebook Luter Haikutu di grup Informasi Maluku. Dituliskan dalam posting-an video, akibat tidak lolos pantukhir daerah Caba PK TNI AD, casis (calon siswa) menangis di jalan.

Netizen banyak yang memberikan dukungan terhadap pemuda asal Maluku ini. Sebagian besar meminta agar dia kembali mengulang pendaftaran di tahun depan.

Dalam video tersebut, calon siswa berpakaian putih hitam ini ditemani beberapa rekannya. Mereka mencoba menguatkan pemuda yang menangis ini agar tetap bisa berdiri dan pulang ke rumah.

"Adik sabar, Ini namanya jalan hidup," ujar seorang di balik rekaman video.

Belum diketahui identitas pemuda yang menangis karena gagal seleksi TNI AD tersebut. Sementara lokasi video viral diduga berada di Kota Ambon, Maluku.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ditipu Milyaran Rupiah, Laporan Rasman Alwi Tak Mempan di Polisi

Jelajah98, Selayar - Dugaan Pemalsuan Surat Tanah yang dilaporkan oleh Rasman Alwi pada bulan Februari Tahun 2020 lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan dan kepastian hukum.  Saat itu juga, Rasman Alwi melaporkan Alfian Pramana pada Tanggal 10 September Tahun 2019 atas dugaan penipuan sebesar kurang lebih Tiga (3) Miliar. Pemalsuan Akta Autentik, laporan Polisi Nomor : LP/24/II/2020/SULSEL/RES.KEP.SLYR tanggal 11 Februari 2020 yang diduga dilakukan oleh Tersangka Sarbini dan oknum Notaris Muh Ridwan Zainuddin selaku Notaris pembuat akta panjar dan pelunasan. Dari uang Rp 800 juta yang ditransfer oleh Alfian Pratama masuk ke Rekening tanpa sepengetahuan Rasman Alwi sebagai panjar pembayaran tanah. "Saya ketahui bahwa ada uang masuk ke rekening saya setelah saya di telpon dan di WA oleh Kapolres Selayar saat itu dijabat oleh AKBP Syamsu Ridwan, S.IK. Padahal saya tidak mengenal Alfian Pramana. Kemudian saya diperintahkan uang tersebut ditarik dan diminta di bawa ke ruangannya pad...

Propam Polri Harus Tegas, DPR Jangan Diam: Nyawa Ojol Bukan Selesai di Kata Maaf

  Jelajah98, Artikel- Tragedi yang terjadi pada 28 Agustus 2025 di lokasi demonstrasi telah membuka kembali luka lama tentang hubungan rakyat dengan aparat negara. Seorang pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia setelah ditabrak anggota Brimob. Kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan sebuah gambaran betapa rentannya nyawa rakyat di hadapan kekuasaan yang seharusnya melindungi mereka. Menurut saya, kasus ini tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Tidak boleh hanya berhenti pada kata maaf. Tidak boleh hanya dianggap sebagai insiden tak sengaja. Karena ketika nyawa rakyat melayang akibat tindakan aparat, negara wajib hadir memberi kepastian hukum dan keadilan. Kata maaf tidak sebanding dengan harga sebuah nyawa. Kata maaf tidak bisa menggantikan anak yang kehilangan ayah, istri yang kehilangan suami, atau orang tua yang kehilangan anak. Kata maaf hanya pantas jika diiringi dengan tindakan nyata: pengusutan yang tegas, transparan, dan terbuka untuk publik. Di sin...

Tentang Saya

 Hy sobat Blogger kali ini membahas tentang informasi yang akurat, ya.. Blogger kali ini bernama jelajah98 karena ingin mengarungi semua informasi terbaru tentang dunia, penasaran seperti apa? makanya ikuti terus ya :D Media Sosial :  Instagram : @official_subar Facebook : https://www.facebook.com/subartono Email Me : stono1998@gmail.com Thank you Buat Kalian yang udah ikut video ini ❤❤