Langsung ke konten utama

Provinsi Sulawesi Utara Satu-satunya di Indonesia Bebas Dari Covid-19


Jumlah kasus penyebaran virus Covid-19 terus meningkat sejak adanya varian Delta.

Hampir seluruh provinsi di Indonesia sudah terjangkit virus yang tak kunjung usai ini.

Tapi, ada satu provinsi di Sulawesi yang hingga saat ini diklaim tidak terdampak varian Delta.

Satu-satunya provinsi yang tidak terdampak varian Delta adalah Sulawesi Utara.

Sedangkan sebaran varian Delta di seluruh provinsi yang totalnya mencapai 2.229 kasus dari hasil genome sequencing per 27 Agustus 2021 menurut data Balitbangkes Kemenkes RI.

Melansir laman Detik, untuk angka tertinggi kasus COVID-19 varian Delta di Pulau Sumatera ada di provinsi Sumatera Utara dengan 73 kasus.

Kawasan Nusa Tenggara paling tinggi berada di provinsi Nusa Tenggara Timur dengan 102 kasus.

Di Kalimantan, provisi yang memiliki kasus tertinggi yaitu Kalimantan Timur dengan 299 kasus, lalu Pulau Sulawesi ada 20 kasus tertinggi yang berada di Provinsi Sulawesi Tengah dan Tenggara.

Sedangkan Maluku Utara tercatat 30 kasus dan Papua Barat 12 kasus.

Sementara DKI Jakarta menjadi provinsi dengan kasus terbanyak hingga 751 kasus di Pulau Jawa, disusul dengan Jawa Barat 322 kasus dan Jawa Tengah 191 kasus.

Hingga saat ini kasus Covid-19 varian Delta yang masih sedikit penyebarannya yaitu Gorontalo dengan 1 kasus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngopi; Sudahkah Kita Mengartikannya

Foto bersama Andi Agus (penulis novel perisai permata dua) dari selayar. Sudahkah ngopi hari ini?, Pertanyaan yang tidak lazim kita dengar dan kita baca lewat pesan singkat di Wa, FB, dan IG serta media sosial yang lain yang dilontarkan oleh remaja maupun kalangan orang tua. Ngopi bukan hanya kegiatan meminum kopi, banyak makna dan hikmah kita temukan.  Mungkin setiap orang mentafsirkan dalam sudut pandang yang berbeda-beda. Mungkin saya dalam mengartikan ngopi berbeda dengan kalian. Jadi perbedaan dalam penafsiran tentang ngopi akan saya sampaikan, dimana saya akan bahas dalam beberapa pendekatan, yaitu: 1. Segi sosial ,  Belakangan ini banyak tempat nongkrong ngopi yang sudah menjadi tren di zaman sekarang yang disebut kedai kopi. Kedai kopi merupakan tempat bagi orang-orang yang suka ngopi.  Tentu bukan hanya itu tetapi sebagai tempat untuk bercengkrama dengan teman-teman yang sekarang dan teman lama, apel bersama pasangan, dan melobi seseorang maupun kolega. Ha...

Ditipu Milyaran Rupiah, Laporan Rasman Alwi Tak Mempan di Polisi

Jelajah98, Selayar - Dugaan Pemalsuan Surat Tanah yang dilaporkan oleh Rasman Alwi pada bulan Februari Tahun 2020 lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan dan kepastian hukum.  Saat itu juga, Rasman Alwi melaporkan Alfian Pramana pada Tanggal 10 September Tahun 2019 atas dugaan penipuan sebesar kurang lebih Tiga (3) Miliar. Pemalsuan Akta Autentik, laporan Polisi Nomor : LP/24/II/2020/SULSEL/RES.KEP.SLYR tanggal 11 Februari 2020 yang diduga dilakukan oleh Tersangka Sarbini dan oknum Notaris Muh Ridwan Zainuddin selaku Notaris pembuat akta panjar dan pelunasan. Dari uang Rp 800 juta yang ditransfer oleh Alfian Pratama masuk ke Rekening tanpa sepengetahuan Rasman Alwi sebagai panjar pembayaran tanah. "Saya ketahui bahwa ada uang masuk ke rekening saya setelah saya di telpon dan di WA oleh Kapolres Selayar saat itu dijabat oleh AKBP Syamsu Ridwan, S.IK. Padahal saya tidak mengenal Alfian Pramana. Kemudian saya diperintahkan uang tersebut ditarik dan diminta di bawa ke ruangannya pad...

Racun Fatalisme di Balik Kalimat Rezeki Sudah Ada Yang Atur

Kalimat "rezeki sudah ada yang atur" seringkali terdengar di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagai ajaran yang berasal dari keyakinan agama dan budaya, kalimat ini seharusnya membawa kedamaian hati dan kesadaran akan kuasa yang lebih tinggi. Namun, di balik makna yang mulia tersebut, terkadang tersembunyi racun fatalisme yang bisa menghambat pertumbuhan individu dan kemajuan masyarakat. Fatalisme yang berkembang dari pemahaman keliru akan kalimat tersebut membuat sebagian orang beranggapan bahwa segala sesuatunya sudah ditentukan secara mutlak, sehingga tidak perlu berusaha atau berbuat apa-apa. Mereka menganggap bahwa usaha dan kerja keras tidak akan berpengaruh terhadap jumlah atau jenis rezeki yang akan diterima. Akibatnya, mereka malas untuk mencari pekerjaan, tidak mau meningkatkan keterampilan diri, bahkan enggan mengambil langkah konkret untuk mengubah kondisi hidup yang kurang baik. Padahal, dalam ajaran agama yang kita anut, rezeki yang sudah diatur adalah hasil dar...