Langsung ke konten utama

Anies Baswedan Terlibat Dalam Korupsi Lahan di Munjul

(Anies Baswedan)

Jelajah98.blogspot.com, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuai sorotan terkait adanya dugaan keterlibatan dalam kasus korupsi lahan di Munjul, Jakarta Timur.

Sebagaimana diketahui bahwa KPK pun mengaku akan segera memanggil Anies sebagai salah satu saksi dalam kasus rasuah tersebut.

Namun, hingga sekarang belum terlihat adanya pergerakan dari KPK terkait klaim tersebut.

Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Anak Bangsa (LKAB) Rudi S Kamri angkat suara, Anies tampak tidak tersentuh KPK lantaran ada yang melindunginya hingga sekarang.

"Saya menduga Anies ini masih dilindungi elite, karena ada sinyal dirinya maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024," ucap Rudi, dilansir dari GenPI.co pada Kamis, 12 Agustus 2021.

Lanjutnya, Rudi menjelaskan figur elite itu berusaha terus untuk melindungi Anies dari beberapa tuduhan sebab bila itu terjadi, membuat Anies dalam masalah sebelum perhelatan tersebut.

"Ini untuk 2024, saya pikir sosok di belakang Anies cukup kuat sehingga KPK mungkin enggan menyentuhnya," jelas Rudi.

Lanjut, Anies ini masih bermasalah di akhir jabatannya sebagai gubernur. Jadi, KPK perlu menelusuri dugaan korupsi di Jakarta.

Selain kasus korupsi lahan, Anies masih harus menjelaskan tentang kelebihan bayar program Pemprov di Jakarta. kelebihan bayar dalam anggaran Transjakarta dan Pemadam Kebakaran (Damkar) perlu ditelusuri KPK.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ditipu Milyaran Rupiah, Laporan Rasman Alwi Tak Mempan di Polisi

Jelajah98, Selayar - Dugaan Pemalsuan Surat Tanah yang dilaporkan oleh Rasman Alwi pada bulan Februari Tahun 2020 lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan dan kepastian hukum.  Saat itu juga, Rasman Alwi melaporkan Alfian Pramana pada Tanggal 10 September Tahun 2019 atas dugaan penipuan sebesar kurang lebih Tiga (3) Miliar. Pemalsuan Akta Autentik, laporan Polisi Nomor : LP/24/II/2020/SULSEL/RES.KEP.SLYR tanggal 11 Februari 2020 yang diduga dilakukan oleh Tersangka Sarbini dan oknum Notaris Muh Ridwan Zainuddin selaku Notaris pembuat akta panjar dan pelunasan. Dari uang Rp 800 juta yang ditransfer oleh Alfian Pratama masuk ke Rekening tanpa sepengetahuan Rasman Alwi sebagai panjar pembayaran tanah. "Saya ketahui bahwa ada uang masuk ke rekening saya setelah saya di telpon dan di WA oleh Kapolres Selayar saat itu dijabat oleh AKBP Syamsu Ridwan, S.IK. Padahal saya tidak mengenal Alfian Pramana. Kemudian saya diperintahkan uang tersebut ditarik dan diminta di bawa ke ruangannya pad...

Propam Polri Harus Tegas, DPR Jangan Diam: Nyawa Ojol Bukan Selesai di Kata Maaf

  Jelajah98, Artikel- Tragedi yang terjadi pada 28 Agustus 2025 di lokasi demonstrasi telah membuka kembali luka lama tentang hubungan rakyat dengan aparat negara. Seorang pengemudi ojek online (ojol) meninggal dunia setelah ditabrak anggota Brimob. Kejadian ini bukan sekadar kecelakaan biasa, melainkan sebuah gambaran betapa rentannya nyawa rakyat di hadapan kekuasaan yang seharusnya melindungi mereka. Menurut saya, kasus ini tidak bisa dibiarkan berlalu begitu saja. Tidak boleh hanya berhenti pada kata maaf. Tidak boleh hanya dianggap sebagai insiden tak sengaja. Karena ketika nyawa rakyat melayang akibat tindakan aparat, negara wajib hadir memberi kepastian hukum dan keadilan. Kata maaf tidak sebanding dengan harga sebuah nyawa. Kata maaf tidak bisa menggantikan anak yang kehilangan ayah, istri yang kehilangan suami, atau orang tua yang kehilangan anak. Kata maaf hanya pantas jika diiringi dengan tindakan nyata: pengusutan yang tegas, transparan, dan terbuka untuk publik. Di sin...

Tentang Saya

 Hy sobat Blogger kali ini membahas tentang informasi yang akurat, ya.. Blogger kali ini bernama jelajah98 karena ingin mengarungi semua informasi terbaru tentang dunia, penasaran seperti apa? makanya ikuti terus ya :D Media Sosial :  Instagram : @official_subar Facebook : https://www.facebook.com/subartono Email Me : stono1998@gmail.com Thank you Buat Kalian yang udah ikut video ini ❤❤