Langsung ke konten utama

Pendidikan Perlu Membentuk Karakter Positif Untuk Menjalani Hidup Yang Sangat Dinamis

Indonesia adalah sebuah negara besar yang terdiri atas ribuan pulau tersebar dinegeri. Dengan kondisi serta letak geografis yang begitu luas, maka tak heran jika Indonesia memiliki beragam suku dan budaya. 

Kekayaan Indonesia tidak hanya dari sumber daya alam yang melimpah ruah, namun kekayaan budaya yang begitu majemuk menjadi salah satu pemersatu bangsa di bawah naungan Pancasila dan NKRI. Sehingga dari itu kita sebagai warga negara Indonesia wajib saling menghormati setiap orang dari suku lain. Pasalnya, setiap suku memiliki kebudayaan yang berbeda dengan budaya suku kita. Sehingga untuk mengetahui semua itu, kita perlu pendidikan yang upaya nya untuk mencapai manusia bermartabat dan paham geografis skala Indonesia.

Di negara Indonesia sistem pendidikan diatur dalam undang-undang yang mewajibkan seluruh warganya menempuh jalur pendidikan. Sistem pendidikan dikatakan berhasil jika peserta didik menjadi SDM yang berkualitas.

Banyak orang yang menganggap nilai dari hasil belajar merupakan hasil dari pendidikan, padahal hakikat pendidikan sebenarnya bukanlah angka/nilai, tapi hasil dari proses. Seseorang menjadi manusia yang semestinya adalah inti dari pendidikan. 

Pendidikan perlu membentuk karakter seseorang dari ruang ruang kelas. Sehingga pembentukan karakter dalam hidup setiap manusia sangat penting sekali. Sebab,Membentuk karakter sejak dini akan sangat berpengaruh serta menentukan bagaimana kehidupan seseorang. Siapapun orangnya, apapun jenis pekerjaannya, jika punya karakter positif, pasti akan lebih baik dibanding mereka yang tidak punya karakter positif. Maka dari itu, membentuk karakter positif harus dimulai sejak usia dini agar bisa menjadi bekal ketika mengarungi perjalanan hidup yang sangat dinamis.

Karakter yang kuat, berani dan tidak mudah menyerah akan sangat membantu siapapun dalam menjalani hidup. Karakter positif selalu bisa diterapkan dalam berbagai profesi, baik seorang pebisnis, pendidik, atau profesi lainnya. Seperti kita ketahui bersama bahwa yang sering menjadi masalah bangsa Indonesia ini adalah banyaknya manusia Indonesia yang tidak memiliki karakter positif sehingga dimanapun mereka berada akan selalu menimbulkan masalah dan bukan menjadi solusi dari sebuah masalah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ngopi; Sudahkah Kita Mengartikannya

Foto bersama Andi Agus (penulis novel perisai permata dua) dari selayar. Sudahkah ngopi hari ini?, Pertanyaan yang tidak lazim kita dengar dan kita baca lewat pesan singkat di Wa, FB, dan IG serta media sosial yang lain yang dilontarkan oleh remaja maupun kalangan orang tua. Ngopi bukan hanya kegiatan meminum kopi, banyak makna dan hikmah kita temukan.  Mungkin setiap orang mentafsirkan dalam sudut pandang yang berbeda-beda. Mungkin saya dalam mengartikan ngopi berbeda dengan kalian. Jadi perbedaan dalam penafsiran tentang ngopi akan saya sampaikan, dimana saya akan bahas dalam beberapa pendekatan, yaitu: 1. Segi sosial ,  Belakangan ini banyak tempat nongkrong ngopi yang sudah menjadi tren di zaman sekarang yang disebut kedai kopi. Kedai kopi merupakan tempat bagi orang-orang yang suka ngopi.  Tentu bukan hanya itu tetapi sebagai tempat untuk bercengkrama dengan teman-teman yang sekarang dan teman lama, apel bersama pasangan, dan melobi seseorang maupun kolega. Ha...

Ditipu Milyaran Rupiah, Laporan Rasman Alwi Tak Mempan di Polisi

Jelajah98, Selayar - Dugaan Pemalsuan Surat Tanah yang dilaporkan oleh Rasman Alwi pada bulan Februari Tahun 2020 lalu, sampai saat ini belum ada kejelasan dan kepastian hukum.  Saat itu juga, Rasman Alwi melaporkan Alfian Pramana pada Tanggal 10 September Tahun 2019 atas dugaan penipuan sebesar kurang lebih Tiga (3) Miliar. Pemalsuan Akta Autentik, laporan Polisi Nomor : LP/24/II/2020/SULSEL/RES.KEP.SLYR tanggal 11 Februari 2020 yang diduga dilakukan oleh Tersangka Sarbini dan oknum Notaris Muh Ridwan Zainuddin selaku Notaris pembuat akta panjar dan pelunasan. Dari uang Rp 800 juta yang ditransfer oleh Alfian Pratama masuk ke Rekening tanpa sepengetahuan Rasman Alwi sebagai panjar pembayaran tanah. "Saya ketahui bahwa ada uang masuk ke rekening saya setelah saya di telpon dan di WA oleh Kapolres Selayar saat itu dijabat oleh AKBP Syamsu Ridwan, S.IK. Padahal saya tidak mengenal Alfian Pramana. Kemudian saya diperintahkan uang tersebut ditarik dan diminta di bawa ke ruangannya pad...

Racun Fatalisme di Balik Kalimat Rezeki Sudah Ada Yang Atur

Kalimat "rezeki sudah ada yang atur" seringkali terdengar di kalangan masyarakat Indonesia. Sebagai ajaran yang berasal dari keyakinan agama dan budaya, kalimat ini seharusnya membawa kedamaian hati dan kesadaran akan kuasa yang lebih tinggi. Namun, di balik makna yang mulia tersebut, terkadang tersembunyi racun fatalisme yang bisa menghambat pertumbuhan individu dan kemajuan masyarakat. Fatalisme yang berkembang dari pemahaman keliru akan kalimat tersebut membuat sebagian orang beranggapan bahwa segala sesuatunya sudah ditentukan secara mutlak, sehingga tidak perlu berusaha atau berbuat apa-apa. Mereka menganggap bahwa usaha dan kerja keras tidak akan berpengaruh terhadap jumlah atau jenis rezeki yang akan diterima. Akibatnya, mereka malas untuk mencari pekerjaan, tidak mau meningkatkan keterampilan diri, bahkan enggan mengambil langkah konkret untuk mengubah kondisi hidup yang kurang baik. Padahal, dalam ajaran agama yang kita anut, rezeki yang sudah diatur adalah hasil dar...